DECEMBER 9, 2022
Orbit Indonesia

Survei Litbang Kompas: PDI Perjuangan 23,3 Persen, Demokrat 8,0 Persen, dan Nasdem 6,3 Persen

image
Logo PDIP

ORBITINDONESIA.COM – Elektabilitas PDI Perjuangan (PDIP) tertinggi di antara partai politik (Parpol) lainnya dari hasil survei Litbang Kompas yang dipublikasikan oleh Harian Kompas edisi Selasa 23 Mei 2023.

Elektabilitas PDIP mencapai 23,3 persen diikuti Gerindra dengan elektabilitas 18,6 persen, lalu Demokrat 8,0 persen.

Di bawahnya ada Golkar 7,3 persen, Nasdem 6,3 persen, PKB 5,5 persen, PKS 3,8 persen.

Baca Juga: Salah Kaprah Penyebutan Istilah Habib di Medsos, Istilah Habib Sudah Mengalami Degradasi

Baca Juga: SMRC: Survei Terbaru, Tingkat Kepuasan Publik pada Kinerja Presiden Jokowi 81,7 Persen

Baca Juga: Survei LSI Denny JA: Elektabilitas Prabowo Tertinggi, Anies…

Lalu PAN 3,2 persen, Perindo 3,1 persen, PPP 2,9 persen, Hanura 0,6 persen.

Sedangkan PBB 0,4 persen, PSI 0,3 persen, Gelora 0,3 persen, Buruh 0,3 persen, Garuda 0,2 persen, Ummat 0,1 persen, PKN 0,0 persen.

Yang tidak tahu atau tidak menjawab mencapai 15,8 persen.

Dari hasil survei tersebut tergambar bahwa elektabiitas PDIP naik 0,4 persen dibanding hasil survei Januari 2023 yang mencapai 22,9 persen.

Sedangkan elektabilitas Gerindra naik 4,3 persen. Dari 14,3 persen pada survei Januari 2023 menjadi 18,6 persen pada survei Mei 2023.

Survei ini diselenggarakan oleh Litbang Kompas pada periode 29 April-10 Mei 2023.

Survei Litbang Kompas ini dijalankan secara tatap muka dengan 1.200 responden yang dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 30 provinsi Indonesia.

Tingkat kepercayaan survei adalah 95 persen, dengan margin of error lebih kurang 2,83 persen.

Berikut hasil survei Parpol:

PDI Perjuangan 23,3 persen

Gerindra 18,6 persen

Demokrat 8,0 persen

Golkar 7,3 persen

Nasdem 6,3 persen

PKB 5,5 persen

PKS 3,8 persen

PAN 3,2 persen

Perindo 3,1 persen

PPP 2,9 persen

Hanura 0,6 persen

PBB 0,4 persen

PSI 0.3 persen

Gelora 0,3 persen

Buruh 0,3 persen

Garuda 0,2 persen

Ummat 0,1 persen

PKN 0,0 persen

Tidak tahu/tidak menjawab 15,8 persen ***

Berita Terkait