Rupiah Menguat, Dampak Kebijakan Global dan Domestik

ORBITINDONESIA.COM – Rupiah menguat 0,17% melawan dolar AS pada Rabu (25/2/2026), menunjukkan dinamika pasar yang terus berubah di tengah ketidakpastian global.

Nilai tukar rupiah kerap dipengaruhi oleh faktor eksternal dan internal. Baru-baru ini, putusan Mahkamah Agung AS menolak kebijakan tarif Presiden Trump, berdampak pada perjanjian dagang AS-Indonesia.

Bank Indonesia mengisyaratkan pelonggaran moneter untuk mendukung pertumbuhan, meski komitmen stabilitas tetap terjaga. Rupiah diprediksi bergerak menuju Rp16.567,90 dalam 12 bulan mendatang.

Pergeseran kebijakan AS memicu harapan pembatalan tarif tinggi. Sementara itu, langkah proaktif BI menunjukkan kesiapan menghadapi volatilitas pasar.

Penguatan rupiah kali ini menjadi pengingat pentingnya kebijakan adaptif. Apakah langkah ini cukup menjaga stabilitas ekonomi di tengah tantangan global yang terus berubah?

(Orbit dari berbagai sumber, 27 Februari 2026)