Harga CPO Terjun Bebas: Faktor Ekspor dan Persaingan Global

ORBITINDONESIA.COM – Harga minyak sawit mentah (CPO) kembali mengalami penurunan signifikan, mencerminkan tekanan dari pasar global dan tantangan ekspor terkini.

Harga CPO di PT. Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) turun sebesar 1,07% pada awal Februari 2026, sejalan dengan pelemahan di bursa Malaysia. Penurunan ini terjadi di tengah turunnya harga minyak nabati pesaing dan penurunan ekspor minyak sawit Malaysia.

Data dari Malaysian Palm Oil Board (MPOB) menunjukkan stok minyak sawit Malaysia turun 7,72% pada Januari 2026. Namun, ekspor awal Februari menurun 14,3%, menambah tekanan pada pasar CPO. Di Bursa Malaysia, harga kontrak CPO untuk pengiriman April 2026 turun 1,51%.

Pasar CPO sangat dipengaruhi oleh dinamika harga minyak nabati lain seperti minyak kedelai. Ketatnya persaingan global membuat harga CPO rentan terhadap fluktuasi pasar minyak nabati internasional, menuntut strategi diversifikasi pasar yang lebih agresif.

Tren penurunan harga CPO menantang produsen untuk beradaptasi dengan perubahan pasar. Apakah strategi ekspor dan diversifikasi produk dapat menjadi kunci menghadapi persaingan global yang semakin sengit?

(Orbit dari berbagai sumber, 13 Februari 2026)