Reformasi Kepolisian: Tantangan dan Peluang di Era Prabowo
ORBITINDONESIA.COM – Pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan tokoh-tokoh kritis menghasilkan kesepakatan penting: reformasi kepolisian hanya akan terwujud dengan pergantian Kapolri.
Isu reformasi kepolisian telah lama menjadi topik panas di Indonesia. Kepolisian yang efektif dan tidak korup dianggap kunci stabilitas hukum dan keamanan. Namun, reformasi ini seringkali terhambat oleh kepentingan politik dan birokrasi internal.
Dalam pertemuan di Kertanegara, Jakarta, mantan Ketua KPK Abraham Samad mengungkapkan bahwa reformasi nyata hanya terjadi jika ada perubahan di pucuk pimpinan Polri. Presiden Prabowo juga membuka kemungkinan kepolisian berada di bawah kementerian, meski ini ditolak keras oleh Kapolri Listyo Sigit Prabowo. Opsi ini dinilai oleh Kapolri sebagai ancaman bagi kekuatan institusi Polri dan negara.
Melihat dinamika ini, pertanyaan muncul: apakah reformasi kepolisian membutuhkan perubahan struktural drastis, ataukah dapat dilakukan dengan optimalisasi kepemimpinan saat ini? Dengan latar belakang yang kompleks, setiap langkah harus dipertimbangkan matang agar tidak menciptakan ketidakstabilan baru.
Reformasi kepolisian adalah perjalanan panjang yang memerlukan komitmen dari semua pihak. Kesepakatan dan diskusi yang telah terjadi adalah langkah awal. Kini, tantangan terbesar adalah bagaimana menerapkannya di lapangan. Akankah ada perubahan besar atau hanya kosmetik semata? Waktu yang akan menjawab.
(Orbit dari berbagai sumber, 4 Februari 2026)