Pasar Saham Melemah Setelah Pengumuman Pengunduran Diri Iman Rachman sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia

ORBITINDONESIA.COM - Pasar saham yang sempat dibuka menguat 1,11% ke level 8.323,20 langsung melemah setelah pengumuman pengunduran diri Iman Rachman sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI). IHSG terkoreksi 0,74% ke 8.171,24 pada Jumat, 30 Januari 2026 pukul 09.33 WIB.

Namun, indeks akhirnya bertengger di 8.329,15, menguat 1,18%, saat penutupan sesi I perdagangan. Dalam pengumuman pengunduran dirinya, Iman mengatakan, itu sebagai bentuk tanggung jawab pribadi setelah dua hari berturut-turut bursa mengalami trading halt.

Customer Engagement & Market Analyst Dept Head BRI Danareksa Sekuritas, Chory Agung Ramdhani menilai, keputusan Iman memang berpotensi menimbulkan ketidakpastian dari sisi administratif.

Namun, karena pengunduran diri itu merupakan respons atas gejolak yang telah terjadi, bukan akibat munculnya persoalan internal baru, pasar cenderung memaknainya sebagai upaya meredam sentimen negatif demi memulihkan kepercayaan investor. Chory mengingatkan, indeks masih dalam kondisi rentan terkoreksi, terutama jika tekanan jual dari investor asing belum sepenuhnya reda. 

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan, pemerintah berkomitmen terhadap stabilitas dan kredibilitas pasar modal. Itu dilakukan melalui 3 strategi. Pertama, percepatan demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI) yang prosesnya mulai tahun ini. Transformasi ini bertujuan mengurangi potensi benturan kepentingan antara pengelola bursa dan anggota bursa, sekaligus mencegah praktik pasar yang tidak sehat. 

Kedua, mendorong penguatan tata kelola dan keterbukaan informasi. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI diharapkan menerbitkan aturan peningkatan free float saham dari 7,5% menjadi 15%, yang ditargetkan berlaku Maret.

Selain itu, menaikkan limit investasi dana pensiun dan asuransi dari 8% menjadi 20%, sesuai standar negara-negara Organization for Economic Cooperation and Development (OECD). Ia yakin, kombinasi demutualisasi bursa dan peningkatan free float akan membuat perdagangan lebih stabil, transparan, dan sesuai standar internasional.

CEO Danantara Rosan Roeslani menyatakan, Danantara terbuka masuk menjadi pemegang saham Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah proses demutualisasi rampung. Danantara membuka opsi masuk lewat initial public offering (IPO).

Kepemilikan Danantara, menurut dia, bisa bersifat langsung, tidak melalui perusahaan sekuritas BUMN. Sebelumnya, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar menargetkan demutualisasi BEI akan rampung pada semester I-2026. 

Pengamat pasar modal sekaligus Direktur Avere Investama, Teguh Hidayat khawatir, intervensi pemerintah lewat Danantara bisa memperburuk penilaian terhadap pasar modal Indonesia.

Menurut dia, self regulatory organization (SRO) seharusnya independen tanpa adanya intervensi. Jika Danantara ikut dalam pengelolaan BEI, artinya ada lebih banyak pihak yang ikut campur di pasar saham.***