Fenomena '996': Antara Efisiensi dan Kesejahteraan Kerja Global

ORBITINDONESIA.COM – Budaya kerja 996, yang menuntut karyawan bekerja dari pukul 9 pagi hingga 9 malam selama enam hari seminggu, menjadi perdebatan panas di dunia kerja global.

Budaya kerja yang intens ini menjadi sorotan ketika perusahaan-perusahaan di China mengadopsinya sebagai standar demi mengejar produktivitas tinggi. Namun, bagi banyak pekerja di belahan dunia lain, termasuk di Amerika Utara, pendekatan ini dianggap tidak berkelanjutan.

Studi menunjukkan bahwa jam kerja yang panjang dapat menyebabkan burnout dan menurunnya kualitas hidup. Linda Duxbury dari Universitas Carleton menekankan perbedaan budaya kerja antara negara, yang membuat adopsi 996 di luar China menimbulkan risiko kesehatan mental.

Hana Kennedy dari Kinaxis mengungkapkan ketidaksetujuannya terhadap 996, menilai bahwa keseimbangan kerja dan kehidupan pribadi lebih penting. Sementara itu, Megan Paterson mengakui bahwa terkadang dedikasi ekstra diperlukan, terutama dalam startup.

Fenomena 996 menantang kita untuk mempertimbangkan kembali definisi efisiensi dan kesejahteraan kerja. Apakah produktivitas tinggi sebanding dengan potensi risiko kesehatan? Pertanyaan ini tetap relevan bagi banyak organisasi di seluruh dunia.

(Orbit dari berbagai sumber, 5 November 2025)