Deepika Padukone dan Perdebatan Jam Kerja di Bollywood
ORBITINDONESIA.COM – Deepika Padukone memicu diskusi hangat tentang budaya kerja Bollywood dengan mempertanyakan panjangnya jam kerja yang melelahkan.
Dalam industri film Bollywood, jam kerja yang panjang telah menjadi norma yang tidak dipertanyakan. Deepika Padukone menyoroti kenyataan ini, terutama dampaknya pada aktor wanita yang harus menyeimbangkan karier dan kehidupan pribadi. Diskusi ini membongkar bias gender yang ada dan memperlihatkan realitas melelahkan yang selama ini tersembunyi dari pandangan publik.
Veteran industri, seperti Himani Shivpuri, menegaskan bahwa jam kerja yang panjang sudah menjadi bagian dari budaya kerja sejak lama. Sementara itu, aktor regional seperti Rani Chatterjee merasakan dampak yang sama di industri film daerah. Meski ada suara yang mendukung pembatasan jam kerja, produser berpendapat bahwa fleksibilitas waktu penting untuk efisiensi produksi.
Diskusi ini menunjukkan perbedaan pandangan antara aktor dan produser. Aktor seperti Deepika dan Rani menginginkan keseimbangan kerja-hidup, sementara produser seperti Prerna Arora melihat fleksibilitas sebagai kunci. Perdebatan ini menyoroti ketimpangan status dan privilese yang ada di industri, menantang norma kerja yang sudah ketinggalan zaman.
Perdebatan ini mungkin belum menemukan solusi konkret, tetapi telah membuka mata banyak pihak terhadap perlunya reformasi. Industri film harus mencari jalan tengah antara kebutuhan artistik dan tanggung jawab kemanusiaan. Apakah Bollywood akan mengadopsi pendekatan kerja yang lebih manusiawi, atau tetap terjebak dalam kebiasaan lama?
(Orbit dari berbagai sumber, 5 November 2025)