Menolak Budaya Kerja Keras: Pekerja Eropa Serukan Perlindungan Lebih
ORBITINDONESIA.COM – Di tengah tekanan global untuk bekerja lebih keras dan lebih lama, pekerja Eropa justru menolak budaya kerja keras yang ekstrem. Mereka menyerukan perlindungan lebih di tempat kerja.
Budaya kerja keras atau hustle culture telah menjadi norma di banyak negara. Namun, di Eropa, semakin banyak pekerja yang menolak tren ini. Mereka menuntut keseimbangan kerja-hidup yang lebih baik dan perlindungan yang lebih kuat dari pemerintah.
Penelitian menunjukkan bahwa pekerja Eropa menempatkan nilai tinggi pada kesejahteraan dan waktu pribadi. Survei oleh Eurofound pada 2024 menunjukkan 70% pekerja Eropa lebih memilih fleksibilitas kerja. Data ini menunjukkan pergeseran prioritas dibandingkan dengan dekade sebelumnya.
Pandangan ini dapat dilihat sebagai respons terhadap burnout dan stres yang meningkat. Banyak perusahaan di Eropa mulai memperkenalkan kebijakan cuti lebih panjang dan jam kerja fleksibel. Ini dipandang sebagai langkah maju dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat.
Pergeseran ini memicu pertanyaan tentang masa depan dunia kerja global. Akankah negara lain mengikuti jejak Eropa? Ini adalah momen refleksi bagi semua pihak untuk mempertimbangkan apa yang benar-benar penting dalam kehidupan kerja kita. (Orbit dari berbagai sumber, 4 November 2025)