Ketika Emas Menjadi Spektakel: Investasi atau Spekulasi?

ORBITINDONESIA.COM – Investor berbaris di Sydney, mengejar emas yang harganya mencapai rekor tertinggi. Namun, di balik hiruk-pikuk ini, ada peringatan dari para penasihat keuangan.

Di tengah lonjakan harga emas, investor di Sydney berbondong-bondong membeli emas fisik, berharap nilai akan terus meningkat. Namun, penurunan harga emas sebesar 6,3% baru-baru ini memicu kekhawatiran tentang stabilitas investasi ini.

Para penasihat keuangan menyoroti bahwa tren pembelian emas didorong oleh ketakutan dan keserakahan, bukan analisis rasional. Data menunjukkan bahwa emas sering kali menjadi pilihan ketika ketidakstabilan ekonomi dan politik meningkat.

Andrew Saikal-Skea dan Roger Perrett mengingatkan bahwa investasi emas harus dipertimbangkan sebagai bagian dari strategi diversifikasi, bukan taruhan spekulatif. Mereka menyarankan agar investor berhati-hati terhadap godaan keuntungan jangka pendek.

Kisah ini mengingatkan kita untuk selalu mempertimbangkan risiko dan potensi jangka panjang dalam investasi. Apakah emas benar-benar merupakan pelabuhan aman, atau hanya ilusi yang memikat? Pertanyaan ini tetap relevan di tengah dinamika pasar yang terus berubah.

(Orbit dari berbagai sumber, 29 Oktober 2025)