Strategi Digital: Menghadapi Transformasi Sosial dan Streaming

ORBITINDONESIA.COM – Di tengah perubahan dramatis dalam perilaku konsumen digital, bagaimana merek dapat tetap relevan dan terhubung dengan audiens?

Perkembangan lanskap digital di Asia Tenggara, terutama Indonesia, menunjukkan pergeseran signifikan dalam pola keterlibatan pengguna. Riset dari DataReportal mengungkapkan bahwa meskipun konsumsi media sosial meningkat, tingkat interaksi justru menurun, memaksa merek untuk mengubah strategi pemasaran mereka.

Meskipun TikTok tetap dominan, penurunan jangkauan iklan hingga 40% di beberapa negara menunjukkan tantangan baru. Sebaliknya, Instagram mengalami peningkatan jangkauan iklan lebih dari 5%, menjadi platform iklan terbesar di kawasan ini. Sementara itu, dominasi video pendek dan streaming menggambarkan pergeseran preferensi konsumsi konten.

Merek yang ingin bertahan harus mengadopsi pendekatan omnichannel dan membangun kehadiran otentik di media sosial. Kolaborasi dengan influencer dan konten interaktif menjadi kunci untuk menarik perhatian konsumen. Dengan penurunan jangkauan iklan di beberapa platform, pendekatan berbasis data semakin penting untuk memahami pola perilaku audiens.

Memasuki era digital yang semakin kompetitif, kesuksesan bergantung pada kemampuan menciptakan pengalaman yang imersif bagi pengguna. Merek harus terus bereksperimen dengan format baru dan menggunakan pendekatan berbasis data untuk membangun loyalitas dan meningkatkan konversi. Dengan strategi yang tepat, merek di Asia Tenggara dapat menjadi pemimpin dalam era digital yang terus berkembang.

(Orbit dari berbagai sumber, 21 Agustus 2025)