DECEMBER 9, 2022
Internasional

Rekor Terlama: Pria Australia Hidup dengan Jantung Titanium Selama 105 Hari

image
Sejarah baru tercipta, seorang pria Australia bertahan menggunakan jantung titanium selama 105 hari (Foto: Youtube)

ORBITINDONESIA.COM - Seorang pria Australia hidup selama 105 hari dengan jantung buatan berbahan titanium sebelum akhirnya menerima transplantasi jantung donor.

Ini merupakan rekor terlama bagi pasien yang dipasangi perangkat jantung, menurut kelompok riset Australia yang terdiri dari para ahli dari perusahaan medis AS-Australia BiVACOR, Universitas Monash, dan institusi lainnya.

Jantung buatan itu, yang diciptakan oleh pendiri dan kepala teknologi BiVACOR, Daniel Timms, menggunakan rotor yang melayang secara magnetis (magnetic levitation/maglev) untuk memompa darah ke seluruh tubuh dan paru-paru.

Baca Juga: Siklon Alfred Menghantam, Lebih dari 80 Ribu Rumah Tanpa Listrik di Australia Timur

Teknologi serupa digunakan oleh kereta-kereta cepat seperti Linear Chuo Shinkansen di Jepang yang kini sedang dikerjakan.

Dalam tahap awal pengembangan, BiVACOR bekerja sama dengan para ahli internasional, termasuk Toru Masuzawa, profesor dari Universitas Ibaraki, Jepang, yang memiliki keahlian dalam teknologi maglev.

Pasien asal Australia berusia 40-an itu menderita gagal jantung parah dan menjalani prosedur operasi selama enam jam untuk memasang jantung buatan di Rumah Sakit St. Vincent, Sydney, pada 22 November, menurut kelompok riset tersebut.

Baca Juga: TNI AU Bahas Kerja Sama Pertahanan Udara dengan Militer Australia

Pada awal Februari, pria tersebut menjadi orang pertama di dunia yang diperbolehkan pulang dari RS dengan jantung buatan berbahan titanium, menurut pernyataan dari Program Perintis Jantung Buatan pada 12 Maret.

Awal bulan ini, dia menerima transplantasi jantung donor dan saat ini dalam masa pemulihan.

Dokter spesialis jantung Chris Hayward dari RS St. Vincent menyatakan bahwa perangkat itu akan merevolusi pengobatan gagal jantung.

Baca Juga: Inilah Statistik Pertandingan Indonesia Melawan Australia

"Dalam satu dekade ke depan, kita akan melihat jantung buatan menjadi alternatif bagi pasien yang tidak dapat menunggu jantung donor atau ketika donor jantung tidak tersedia," kata Hayward dalam pernyataan itu.

Halaman:

Berita Terkait